Ada Cinta di Ketinggian: Kebun Raya Cibodas

Amorphophallus titanum - Kebun Raya Cibodas

Amorphophallus titanum – Kebun Raya Cibodas

Saya baru saja berkunjung kembali ke Kebun Raya Cibodas yang berada di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Dari posisinya, Kebun Raya Cibodas memiliki ketinggian 1200 mdpl sehingga beriklim sejuk dan menentramkan hati.

Jika diingat-ingat ini adalah kunjungan ketiga dengan di mana jarak antar kunjungan sudah bertahun-tahun lamanya. Kali ini adalah kunjungan penuh kejutan. Dua kunjungan sebelumnya saya tidak sedetail kunjungan ketiga. Saya bahkan baru tahu bahwa ada banyak sekali “pertunjukan alam” yang keren. Kejutan itu setidaknya benar-benar membuat saya bersyukur.

Hari itu cuaca di Kebun Raya tidak sepenuhnya penuh matahari. Sesekali gerimis. Selebihnya adalah mendung. Secara fotografi, kondisi cahaya tsb adalah cahaya yang ideal. Sebagai pegiat fotografi, tentu sangat menyenangkan.

Kejutan berikutnya adalah mekarnya bunga bangkai Amorphophallus titanum. Menurut petugas, hari itu adalah hari pertama bunga tsb mekar. Sebagai informasi, bunga bangkai mekar setiap 4 tahun sekali dan sekalipun mekar hanya ada dua kemungkinan: ia akan menjadi bunga atau menjadi fase pohon. Itulah keunikannya. Saya bersyukur bisa melihat lagi bunga bangkai secara langsung. Terakhir saya melihatnya di Kebun Raya Bogor tahun 2012.

Bunga tersebut indah meskipun berbau mirip bangkai tikus. Ia mengundang decak kagum setiap pasang mata yang menghampirinya.

Kebun Raya Cibodas ternyata masih memiliki kejutan-kejutan lain. Saya baru tahu kalau di sini ada curug atau air terjun yang bernama Curug Cismun. Cukup tinggi, airnya dingin, dan yang pasti syahdu sekali mendengar gemericik airnya.

Berkeliling di Kebun Raya Cibodas memang butuh waktu seharian penuh. Banyak destinasi yang ingin kita jelajahi sekaligus banyak sekali spot yang mengundang kita untuk sekadar duduk santai atau tiduran di rumput sambil leyeh-leyeh.

Di sini juga ada penjualan bibit kaktus dan tanaman hias lainnya. Harganya relatif terjangkau dan stoknya pun cukup banyak. Jika anda pegiat tanaman hias, tentu akan betah di sini dan mungkin akan memborong berbagai jenis bibit.

Tidak terasa waktu ashar tiba. Tidak sulit mencari mushala di tempat ini. Dengan wudhu menggunakan air gunung yang dingin dan hawa sejuk pegunungan, damai sekali rasanya bersujud di ketinggian seperti ini.

Ingin sekali rasanya berlama-lama di tempat ini bareng kamu tapi matahari mulai merendah dan suasana makin gelap. Tandanya pengunjung harus pulang. Posisi saya di curug sore itu membuat perjalanan menuju gerbang utama cukup jauh. Alhamdulillah di tengah perjalanan, petugas patroli mobil menawarkan saya untuk naik ke mobilnya. Tentu saya iyakan untuk mempercepat dan menghemat tenaga. Maklum saja, Kebun Raya Cibodas berkontur turun-naik sehingga bisa membuat pengunjung ngos-ngosan terlebih jika harus terburu-buru.

Ada perasaan unik ketika naik mobil patroli tsb. Saya serasa seperti tahanan yang terciduk melakukan aktivitas kriminal. Pengunjung lain pun beberapa melihat dengan heran. Memang, kita tidak bisa mengontrol persepsi orang. Lebih baik kita nikmati saja selagi itu hal yang benar.hehe

Hari itu menyenangkan. Hari itu mendamaikan. Saya suka ketinggian dan saya semakin yakin bahwa ada cinta di ketinggian. Dengan segala konteks yang ada di sekitar.

Termasuk kamu.

4 pemikiran pada “Ada Cinta di Ketinggian: Kebun Raya Cibodas

Tinggalkan Balasan ke kruwelkruwel Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s