Pengamen yang Menyentuh Jiwa

Beberapa waktu lampau, saya melakukan perjalanan dinas ke Lampung. Singkatnya, akibat pesawat arah Jakarta yang habis, saya akhirnya menggunakan moda darat via penyeberangan Bakauheni – Merak. Dari Bakauheuni, kapal feri menempuh waktu sekitar 2 jam. Dari Merak menuju Jakarta, saya harus menyambung dengan bus dengan waktu tempuh hampir sekitar 3 jam.

Malam itu, bus yang tersedia adalah bus ekonomi dengan formasi 3-2. Jarak antar kursi tentu sangat rapat. Bertinggi badan 180cm dengan formasi kursi tersebut adalah ketidaknyaman level hakiki. Tapi karena kebutuhan untuk pulang yang mendesak, mau tidak mau, ketidaknyamanan tersebut harus dinikmati.

Dasar bus ekonomi, setiap saat berhenti untuk naik turun penumpang. Selain penumpang, bahkan pedagang asongan dan pengamen pun ikut masuk. Tidak ada yang salah dengan mereka, sampai pada akhirnya seorang pengamen “unik” masuk.

Pengamen ini membawa ukulele. Lazimnya, ukulele adalah alat musik petik yang bersifat melodis. Artinya alat musik ini punya nada yang bisa dimainkan. Konyolnya, malam itu sang pengamen memperlakukan ukulelenya sebagai alat musik perkusi tanda nada. Ditambah suara yang tidak bisa dibilang nyaman didengar. Bisa ditebak penumpang memberi apresiasi yang sangat minimal.

Bagi saya pribadi, pengamen tidak perlu bersuara emas atau punya rentang oktaf spektakuler. Jika tempo, nada, dan penghayatan kompak itu sudah cukup dan saya tidak akan segan memberi apresiasi.

Setelah pengamen tersebut turun, bus kembali melaju ke arah Jakarta. Tidak lama, naik lagi pengamen. Kali ini ia bersuara lebih baik dengan diiringi gitar yang pas. Saya pun tidak sungkan mengapresiasi.

Pengamen pasti punya motif. Kebanyakan bermotif ekonomi. Itu tidak masalah, selama apa yang dibawakan bisa dinikmati pendengar, syukur-syukur menyentuh jiwa seperti kamu.

3 pemikiran pada “Pengamen yang Menyentuh Jiwa

  1. Pernah ketemu pengamen cewek yg suaranya nyulut emosi orang, tp mukanya cantik cantik, rasanya bukan pengen kasih apresiasi tapi kasih saran mending jadi selebgram aja mbaknya kalau mau cari duit 😅

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s