Tidur

Saya bisa dibilang seorang petidur sejati. Artinya ketika memang waktunya tidur, ya saya akan tidur dengan sebaik mungkin. Kadang saat libur, saya memanfaatkan waktu ekstra untuk tidur. Entah itu tidur siang ataupun tidur “tambahan” pagi setelah subuh.

Begitu juga ketika dalam perjalanan. Saya memaksimalkan untuk bisa tidur di setiap moda perjalanan apapun yang saya naiki. Memang tidak semua moda punya tingkat kenyamanan tidur yang sama, tapi mengusahakan untuk tidur adalah kebiasaan utama.

Tapi berbeda dengan pagi ini, di perjalanan ini. Saya bisa saja tidur tapi pikiran saya melarang berbuat demikian. Perjalanan ke suatu kota di pesisir ini adalah perjalanan mendadak. Tidak terencana. Pikiran dan tubuh seolah tidak kompak. Bagaimana tidak, pikiran saya melarang tidur karena di sudut lain di perjalanan ini, seseorang baru saja kehilangan pelita hidupnya.

Itu yang membuat saya sulit tidur. Tidak tega melepas dan lengah mengawasi sedikitpun karena saya ingin memastikan bahwa semua baik-baik saja dan akan terus baik-baik saja walaupun ini bukan situasi yang 100% baik-baik saja.

**

4 pemikiran pada “Tidur

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s