Patah-Tumbuh: Menitipkan Rasa

shortcutkeys.net

Pasca cerita yang lalu yang saya ceritakan di sini, saya belajar banyak hal. Belajar tentang bersikap biasa saja. Belajar tentang bagaimana me-woles-kan suasana. Utamanya memang belajar tentang apa itu gagal.

Bicara gagal, saya tentu pernah mengalaminya. Gagal masuk suatu perguruan tinggi negara, gagal di berbagai proses lamaran pekerjaan, gagal tes beasiswa, dan juga gagal yang saya ceritakan di tulisan lalu. Lama-lama saya berkesimpulan, merasa gagal itu perlu supaya di kegagalan berikutnya bisa bersikap biasa saja. Santai dan selow kayak di pantai.

Suatu cerita, salah seorang senior peka membaca keadaan dan menawarkan bantuan. Sebuah bantuan untuk menitipkan rasa dan ia coba sampaikan itu ke orang lain. Orang lain yang bahkan saya pun belum kenal. Berlainan lingkungan dan berlainan domisili. Semua benar-benar asing.

Saya menjalani hal tersebut seiring waktu dengan mengikuti prosedur yang disampaikan. Saya ikuti dan memang butuh waktu yang relatif panjang. Entah demikian atau ada faktor lain, saya merasa demikian adanya.

Sampai pada akhirnya semua bermuara pada jawaban: tidak.

Ya, terjawab. Kegagalan berikutnya. Tidak mengapa, ini perjalanan yang terus mendewasakan. Perjalanan harus dilanjutkan, yang patah terus ditumbuhkan.

Saya berteguh hati untuk terus berjalan, sampai saat itu saya bergumam: saya harus terus berjalan karena barangkali dalam suatu perjalanan, saya akan menemukan pejalan yang searah, karena sekali lagi—barangkali—dalam perjalanan itu saya menemukan-Nya dan menemukannya.

**

3 pemikiran pada “Patah-Tumbuh: Menitipkan Rasa

  1. baru beberapa hari lalu temen bilang; kamu udh gagal 10 kali loh, tin.
    sapa tau jatah gagal kamu emang 10 kali di masalah itu.
    setelah ini semoga berhasil.

    habiskan masa gagalmu anak muda, asalkan ada Allah di setiap proses itu, maka semua akan baikbaik saja.

    *nasihat orang tua 😀

Tinggalkan Balasan ke titintitan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s