Mensiasati I Hate Monday

Istilah I hate monday adalah sebuah ungkapan di mana orang-orang yang baru saja merdeka di akhir pekan harus kembali memulai realita, entah bekerja, kuliah, atau sekolah.

Itupun jika dunia mereka memang benar-benar terpisahkan antara weekdays dan weekend. Sabtu – Minggu bisa liburan atau istirahat, lalu Senin-Jumat kembali ke rutinitas.

Bagi saya yang mencari rizki rejeki di ibukota, pembeda jelas antara weekdays dan weekend adalah keadaan lalu lintas. Jika weekend tiba, lalu lintas akan sedikit lengang.

Iya, walau sedikit, tapi setidaknya terasa bedanya. Begitu weekend berakhir dan ditandai dengan Senin yang datang, lalu lintas umumnya kembali menggila.

Ada sedikit anomali di Senin yang baru saja lewat. Ceritanya saya keluar kantor selepas salat magrib. Sore senja itu sebelum pulang ke kos, saya mesti ke daerah Gandaria terlebih dahulu. Posisi kantor saya ada di Cilandak. Sebelum mulai jalan, saya terbayang lalu lintas di Jalan TB Simatupang – Arteri Pondok Indah malam itu di hari Senin, pasti akan macet aduhai.

Alhamdulillahnya, tidak ada kemacetan berarti. Jalan TB Simatupang boleh dibilang lancar, dari arah Cilandak hanya merayap tak berarti di lampu merah Fatmawati dan Stasiun MRT Fatmawati.

Lanjut ke arah Lebak Bulus pun demikian, motor bisa dipacu dengan lumayan kentjang.

Berbelok ke arah Arteri Pondok Indah, jalan lancar tanpa kemacetan berarti hingga pada akhirnya saya tiba di tujuan dengan waktu lebih cepat ketimbang estimasi awal.

Ya, sore itu saya anggap sebagai sebentuk rizki rejeki. Ia tidak melulu berbentuk uang tunai, tapi dalam wujud yang lain yakni lalu lintas yang lancar dan berujung suasana hati yang riang gembira.

Setidaknya dengan situasi demikian, saya bisa mensiasati I hate monday dengan bersyukur atas rizki rejeki kelancaran lalu lintas malam itu.

Sederhana tapi mengena.

**

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s