Selat Malaka

Apa yang strategis dan difavoritkan adalah Selat Malaka. Dikuasai, ditaklukkan, diperebutkan dan dipungut upeti adalah sejarah Selat Malaka dahulu kala. Demikian juga hari ini, tetap strategis sebagaimana adanya. Punya nilai lebih bagi banyak pihak.

Adalah ia yang seperti Selat Malaka: disegani dan dikagumi. Dengan banyak sekali pelaut jauh, pelayar ulung, dan pedagang kawakan. Mereka dengan berbagai pesonanya berkeliling dan merapat sandar di dermaga.

Lagi-lagi ia seperti Selat Malaka. Sandar banyak kapal lalu tenggelam, baik akibat arus bawah, menabrak karang, atau dihantam badai.

Lalu, seorang pelaut kecil mengayuh dayung sampannya. Merapat dan mencoba sandar. Semesta adalah kompas. Angin bersahabat, arus berteman dengan lambung sampan, dan karang tenggelam di air pasang.

Pelaut kecil tidak berharap angin mereda atau badai menjauh. Ia hanya ingin terus berlayar beriringan: barat laut – tenggara.

Tidak seberapa pesona pelaut kecil dengan saudagar yang singgah di dermaga. Kemewahan yang ia tonjolkan adalah kesederhanannya.

Pelaut kecil hanya ingin mengayuh sampan kecilnya di Selat Malaka, beriringan dengan ombak yang ada. Tidak memunggungi badai, tidak mengabaikan karang, dan tidak memagari samudera.

Sekali lagi, pelaut kecil hanya ingin beriringan dengan ombak yang ada.

Selamanya.

**

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s