Bandara

Di antara beragam penghubung transportasi, bandara atau bandar udara bukan menjadi favorit saya pribadi.

Bandara itu terkesan rigid. Kaku. Untuk terbang 1 jam sekalipun, waktu persiapannya membutuhkan minimal 2 jam sebelumnya. Turunnya pun perlu 30-60 menit. Memang, seperti itu prosedurnya, demi keselamatan dan kenyamanan semua pihak.

Lalu, orang-orang di dalamnya pun terbawa akan kesan itu. Jauh dari kesan hangat. Kesan suntuk lebih menyeruak. Tentu ini opini pribadi yang sangat tidak reliabel.

Jika bukan karena tawaran kecepatannya dan aksesibilitas lintas pulaunya, mungkin saya akan mendahulukan moda yang lain, misal kereta api.

Terlebih akhir-akhir ini stasiun kereta api memberi saya berbagai cerita hebat.

Tentu bersama orang hebat.

Bandara Adi Sumarmo Boyolali, 11 Oktober 2019, menunggu boarding.

2 pemikiran pada “Bandara

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s